Selasa, 24 Maret 2009

Seminar Akuntansi Syariah



Tanggal 24 Maret 2009 STEI mengadakan Seminar Akuntansi Syariah yang bertempat di Aula lt 5 Kampus A. Seminar ini mengangkat tema Peranan Akuntansi Syariah sebagai Manifestasi Akuntansi Pertanggungjawaban pada Lembaga Keuangan Syariah.

Dalam seminar ini sebagai pembicara adalah Bapak H. Charmeida, MA. (Ka. Biro Kerjasama Internasional Depkeu) beliau mengangkat topik Akuntansi Syariah sebagai Sarana untuk Mewujudkan Corporate Governance. Kemudian Bapak Yakub, SE,M.Ak. Dari Ikatan Akuntansi Indonesia Mengangkat topik Aplikasi PSAK Tahun 2007 No. 101-106 sebagai Bentuk Akuntansi Pertanggungjawaban.

Seminar ini dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta seminar diantaranya guru-guru dari SMK/SMA/MAN Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Bekasi juga dosen STEI. Selain untuk memberikan pemahaman mengenai Akuntansi Syariah seminar ini diadakan dalam rangka promosi STEI kepada para peserta seminar, sehingga peserta seminar diharapkan lebih mengenal STEI dan keunggulan-keunggulan yang dimiliki STEI dan juga dapat mempercayakan lulusannya untuk dapat melanjutkan pendidikan tinggi di STEI. Semoga harapan ini dapat terwujud dan terlaksana. Amin...

Senin, 23 Februari 2009

PELATIHAN PENGELOLAAN KEUANGAN SECARA SYARIAH DAN KONVENSIONAL


Asyik!! Seru!! Pokoke asik tenan!!..Acara pengabdian masyarakat yang diadakan di Yayasan Mata Air Indonesia telah berjalan sesuai dengan yang diinginkan..waktu, peserta..makanan... Pelatihan ini diadakan pada hari Sabtu, 21 Februari 2009 di Cilincing Tanjung Priok Jakarta Utara

Pemateri adalah Ibu Lilik Trianah dengan tema: Kiat Perempuan Mengelola Keuangan Keluarga, saya Dade Nurdiniah, dengan tema: Kiat Mengelola Penghasilan Sebagai Pengusaha.", dan Ibu Uun Sunarsih, dengan tema: Pengelolaan Keuangan Secara Syariah.
Peserta yang hadir terdiri dari pengusaha (UKM), guru, dan ibu rumah tangga.

Antusias dari peserta alhamdulillah baik sekali..sehingga banyak pertanyaan yang dilontarkan... Sampai2 pemateri kelabakan menjawabnya...weleh-weleh..mungkin kalo ditanggepin semua gak kelar2 acaranya...he.he..

Insya Alloh akan ada pelatihan lanjutan...Qt akan ada pelatihan lagi melihat peserta yang sangat antusias..dengan mengundang peserta yang lebih banyak lagi...Alhamdulillah STEI mempunyai pakar2 tentang akuntansi konvensional dan syariah...nggak perlu nyari dari luar..

Team solid kita : Pakar Syariah: Ibu Dahlifah,Uun Sunarsih, Erika Amelia dan Ibu Lilik Trianah.dan Team Konvensional: saya Dade Nurdiniah, Nelli Novyarni, Krisnando dan Ali Sepudin. Oiya Ibu Rini Ratnaningsih dan Ibu Siti Almurni berhalangan hadir.

Acara dimulai pukul 08.00 dan selesai pukul 12.30..Alhamdulillah lancar..... I love u my team..Je T'aime.....

Minggu, 11 Januari 2009

Di Balik Air Mata Wanita

Written by Ratna08

Suatu hari, seorang anak bertanya kepada ibunya, "Ibu, mengapa ibu menangis?"

Ibunya menjawab, "Sebab ibu adalah perempuan, nak."
"Saya tidak mengerti ibu," kata si anak.

Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
"Nak, kau memang tak akan mengerti…"

Kemudian si anak bertanya kepada ayahnya.
"Ayah, mengapa ibu menangis?"
"Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas," sang ayah menjawab.
"Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan."

Si anak membesar menjadi remaja, dan dia tetap terus bertanya-tanya, mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, dia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan,
"Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?"
Dalam mimpinya dia merasa seolah-olah mendengar jawabannya:

"Saat Ku ciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.
Ku ciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur."

"Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu apabila dia telah membesar."

"Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa."

"Ku berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah."

"Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam apa jua keadaan dan situasi. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak- anak yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didakap dengan lembut olehnya."

"Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sukar dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak."

"Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyedarkan bahawa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai isterinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi."

"Dan akhirnya, Kuberikan wanita air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat dia gunakan bila bila masa pun dia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita,
kerana sebenarnya air mata ini adalah "air mata kehidupan."

Selasa, 11 Maret 2008

Mutiara Kata

Semalam adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan, esok adalah harapan…..
Iman itu bukan hanya harapan, ia adalah apa yang terpancar di dalam hati dan dibuktikan dengan amalan…

Setiap kita di dunia ini tidak mau..memilih jalan yg derita ..hakikatnya tanpa usaha keajiaban tidak akan berlaku.

kita jangan selalu mengharap..kerena mengharap tidak pasti tertunai..
tetapi kita boleh..bersabar..kerena kesabaran itu mengajar kita arti kehidupan
jangan menangis kerena gagal dalam cinta..sebab manusia akan meninggalkan apa yg di cinta

keinsafan bukan mudah untuk di tantang, tapi jelas di ulang-ulang
sesungguhnya lidah itu lebih berbisa..dari segala senjata..
jadi sebelum berkata fikirkan akibatnya..

zaman berubah tetapi..dendam manusia tidak pernah berubah..
lelaki yg gagah mustahil tidak pernah menangis..
tapi, percintaan yg akan menyebabkan mereka menangis..

nilai persahabatan diukur dengan kejujuran..bukan kebendaan
jadilah ubi yg bertutup rapat…bukan kek yg berkrim tetapi..diharungi lalat..

kedewasaan tidak menghalang apa yg di inginkan oleh setiap insan…
manusia bagaikan layang-layang, dimana sering terikat dengan sesuatu..tidak dapat
bebas dengan sempurna..kecuali tali itu putus…barulah ia bebas melayang…